Inilah 3 Fenomena Cakrawala di Bulan Agustus 2018

Inilah 3 Fenomena Cakrawala di Bulan Agustus 2018

Fenomena Langit di Bulan Agustus 2018 – Akhir bulan Juni lalu baru saja kita menikmati  fenomena langit langka yaitu gerhana bulan total terlama berjuluk super blue blood moon. Peristiwa yang terjadi di cakrawala memang sangat unik untuk diamati. Lebih-lebih lagi hal-hal tersebut termasuk langka sebab tidak sering terjadi setiap harinya.

Nah di bulan Agustus 2018 ini kita akan mengamati kembali 3 peristiwa diangkasa lainnya yang tak kalah menarik untuk dilihat.

Apa saja, Fenomena Angkasa di bulan Agustus ini? simak pembahasan berikut ini!

1. Hujan Meteor Alfa Kaprikornid

Memasuki awal bulan Agustus 2018 ini, masyarakat dunia salah satunya Indonesia bakal disuguhi keajaiban hujan meteor Alfa Kaprikornid.

Melansir laman In-The-Sky.org, hujan meteor Alfa Kaprikornid akan menjangkau puncaknya pada 2 Agustus pagi-pagi sekali nanti.

Walaupun begitu, hujan meteor ini masih dapat kamu amati sampai tanggal 15-20 Agustus mendatang, tetapi dengan intensitas yang jauh lebih sedikit.

Buat anda yang hendak menyaksikan hujan meteor ini dapat amati arah 84° di awang tenggara dari tengah malam hingga dini hari. Kamu akan dapat melihat 4 meteor ‘jatuh’ tiap jamnya.

2. Hujan Meteor Eta Akuariid

Seperti namanya, hujan meteor Eta Akuariid ini bakal datang dari di antara bintang sangat terang di rasi Aquarius.

Mengutip dari tulisan terbitan Infoastronomy.org, hujan meteor ini akan dapat diamati pada tanggal 6 Agustus 2018 mendatang.

Hujan meteor kali ini mempunyai intensitas yang lebih tinggi dari hujan meteor Alfa Kaprikornid. Kamu dapat melihat minimal 8 hingga 15 meteor perjamnya pada dini hari.

3. Hujan Meteor Perseid

Ini dia bintangnya! Fenomena hujan meteor Perseid memang telah ditunggu-tunggu, khususnya di kalangan penyuka astronomi alias ilmu perbintangan.

Seperti yang dikabarkan oleh laman EarthSky, hujan meteor Perseid ini nantinya bakal terjadi pada tanggal 11-13 Agustus 2018.

Puncaknya ialah pada malam hari di tanggal 13 Agustus 2018. Menemani indahnya hujan meteor ini ialah bulan sabit yang pun akan menghiasi langit malam. Di tempat dengan minim penerangan, kamu dapat mengamati dari 80-100 meteor per jamnya.

Tak butuh susah-susah menggali arah datangnya meteor, sebab ilmuwan memprediksikan meteor bakal datang dari sekian banyak penjuru langit.

Buat anda yang tertarik guna menyaksikan gejala langit ini, pastikan guna mengamatinya di lokasi yang minim cahaya ya! Minimnya cahaya akan menciptakan langit malam menjadi lebih gelap dan ekor meteor bakal terlihat lebih jelas.

Post Comment