Pengobatan Sakit Pinggang

Pengobatan Sakit Pinggang

 Penyebab Sakit Pinggang – Sebagian besar permasalahan sakit pinggang bisa pulih dengan sendirinya tanpa penanganan dokter, terutama dalam jangka masa-masa 72 jam. Beberapa teknik seperti mengompresnya dengan air hangat dan dingin secara bergantian, mengistirahatkan pinggang dengan alas bantal atau handuk baik secara lurus atau menyamping, mandi dengan air hangat, sampai mengonsumsi obat laksana ibuprofen atau paracetamol dapat dilaksanakan untuk mempercepat pemulihan.

Jika Anda hendak melakukan olahraga, terapi pijat, akupuntur, atau teknik tradisional lainnya, dianjurkan untuk berkonsultasi untuk dokter terlebih dahulu. Jika rasa sakit tidak kunjung reda sesudah 72 jam, dianjurkan untuk mendatangi dokter supaya dapat diserahkan pengobatan lebih lanjut.

Obat-obatan yang biasa diserahkan oleh dokter untuk menanggulangi sakit pinggang, yakni analgesik, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs), antikejang, antidepresan, sampai obat pereda nyeri dalam format oles atau semprotan. Dalam situasi kronis, bisa juga diserahkan suntikan kortikosteroid.

Bersama dengan pemberian obat-obatan, inilah ini ialah beberapa terapi yang biasa dilaksanakan untuk sakit pinggang:

  • Terapi fisik, guna menguatkan otot, meningkatkan keterampilan pergerakan dan kelenturan, serta membetulkan postur tubuh.
  • Manipulasi tulang belakang, untuk menata dan menstimulasi tulang belakang dengan jaringan disekelilingnya. Terapi ini melulu dapat dilaksanakan oleh dokter yang bersertifikasi.
  • Traksi (traction), dengan memakai beban untuk unik struktur tulang belakang sampai seimbang.
  • Biofeedback, dengan memakai elektroda untuk mengawasi pernapasan, kekuatan otot, denyut jantung, dan suhu kulit supaya dapat menyesuaikannya dengan situasi tubuh.
  • Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), dengan menanamkan elektroda bertenaga baterai pada unsur pinggang yang sakit untuk menutup sinyal listrik yang bermasalah dari sistem saraf tepi.
  •  Nerve block Terapi ini dilaksanakan dengan teknik menekan sampai mematikan stimulasi saraf yang bermasalah memakai suntikan bius lokal, botulinum toxin, atau steroid pada unsur yang nyeri.
  • Suntikan steroid epidural, yakni terapi jangka pendek guna meredakan peradangan pada pinggang.
    Jika obat-obatan dan terapi tidak membuahkan hasil, dokter barangkali akan menganjurkan operasi. Operasi pun mungkin akan dianjurkan jika pasien merasakan kondisi-kondisi laksana ketidakmampuan menyangga kemih atau penurunan faedah saraf. Beberapa perbuatan yang dapat dilaksanakan meliputi:

BACA JUGA:Penyebab Sakit Pinggang

Disektomi, guna meredakan desakan pada saraf tulang belakang yang diakibatkan oleh cakram yang terselip dengan mengusung unsur kecil dari kanal tulang belakang atau lamina.
Nukleoplasti, guna mengusung unsur dalam cakram dengan memakai alat khusus serupa tongkat yang dipasang melewati jarum. Alat tersebut pun dilengkapi gelombang radio guna menghangatkan dan mengecilkan jaringan tulang belakang.

Ablasi atau radiofrequency lesioning, guna menginterupsi komunikasi saraf melewati gelombang radio dengan teknik menanamkan jarum eksklusif yang dipanaskan.
Foraminotomi, guna memperbesar atau mencuci bagian foramen atau titik akhir saraf pada kanal tulang belakang dengan teknik mengusung beberapa kecil tulang di dekat saraf yang terhambat dan tertekan.

Terapi elektrotermik intradiskal (IDET), guna menguatkan serat kolagen pada cakram dan meredakan iritasi saraf tulang belakang melewati penanaman kateter dan kawat eksklusif yang dipanaskan.
Vertebroplasti dan kyphoplasty, untuk membetulkan patahan tulang belakang yang terjadi sebab osteoporosis dengan teknik memasukan jarum dan menyuntikan semen khusus guna menguatkan tulang.

Spinal fusion, guna menguatkan tulang belakang dan meredakan rasa sakit ketika bergerak dengan teknik mengusung sejumlah bagian tulang belakang dan digabungkan dengan perangkat besi khusus melewati perut (lumbar interbody fusion) atau punggung (posterior fusion).
Pemasangan cakram buatan. Ini adalahtindakan pilihan mengusung cakram yang bobrok secara parah dan menggantinya dengan cakram produksi di antara tulang belakang.

Sebelum mengonsumsi obat-obatan, mengerjakan terapi atau operasi, pastikan kita menanyakan dokter tentang potensi efek samping dan risiko komplikasi yang barangkali terjadi

.Komplikasi Sakit Pinggang

Meskipun jarang, berikut ialah komplikasi yang bisa menyerang penderita sakit pinggang, seperti:

Sindrom Cauda Equina
Komplikasi ini lazimnya terjadi saat situasi cakram terdorong pada kanal tulang punggung, mengurangi lumbar dan sistem saraf, menyebabkan penderita tidak dapat menahan kemih dan tinja. Jika tidak ditangani, situasi ini bisa berkembang menjadi kerusakan faedah saraf yang permanen.

  • Depresi
    Penderita yang beristirahat di lokasi tidur guna waktu yang lama (tirah baring/bedrest) ketika sakit pinggang dapat merasakan depresi disebabkan minimnya pergerakan dan keterampilan melakukan kegiatan seperti biasanya. Di samping depresi, tirah baring pun dapat menyebabkan situasi medis lainnya laksana penurunan tonus otot sampai terbentuknya gumpalan darah pada pembuluh darah kaki.

Pencegahan Sakit Pinggang
Terdapat sejumlah cara yang dapat dilaksanakan untuk menangkal sakit pinggang, seperti:

Melakukan olahraga peregangan otot minimal 30 menit sehari.
Menjaga berat badan ideal.
Menjaga postur tubuh dengan menghindari posisi bungkuk ketika duduk dan berdiri.
Mengangkat beban dengan kekuatan lutut dan kaki, tanpa memelintirkan tubuh.
Menghindari mengusung beban melebihi keterampilan tubuh.
Berhenti mengisap rokok untuk mengawal kesehatan tulang.
Mengonsumsi asupan nutrisi yang tepat.
Selalu meregangkan tubuh secara rutin, khususnya untuk orang dengan pola hidup sedentari.
Tidur dengan posisi menyamping dan lutut melipat keatas untuk meminimalisir penekanan pada pinggang. Gunakanlah alas istirahat yang powerful dan cocok dengan postur tubuh.
Memilih perabotan cocok dengan tinggi badan.

Post Comment